126 Petani di Mekar Mulya dapat Insentif RSPO

Sebanyak 126 pekebun swadaya kelapa sawit di desa mekar Mulya akhirnya dapat tersenyum bahagia. Rabu (20 maret 2o24) adalah hari bersejarah karena untuk pertama kalinya mereka mendapatkan pembagian insentif dari book & claim Palm Trace RSPO. Tiap hektar lahan yang berhasil disertifikasi RSPO memperoleh insentif/ kredit palm trace sebesar Rp 500 ribu.

“Alhamdulillah, kami dari organisasi BUM Desa Berkah Mulya Jaya berhasil mendapatkan sertifikat RSPO, dan hari ini, pembagian insentif ini merupakan bentuk reward atau manfaat yang diterima petani karena telah menerapkan prinsip dan kriteria dari RSPO,” ujar Ketua BUM DesaDesa Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi.

Diceritakanya, dana yang hari ini didistribusikan kepada petani merupakan proses konversi tonase menjadi angka kredit dengan menggunakan rumus yang telah ditetapkan RSPO dalam wadah Palm Trace. “Dalam penjualan angka kredit, kami mendapat 2 buyer pembeli sertifikat atau angka kredit yakni unilever dan nestle. dengan total dana mencapai 762.500.000,” lanjutnya.

Sedangkan dana yang didistribusikan sesuai porsi penggunaan dana adalah sebanyak Rp 310 juta dan telah disalurkan pada para petani pemilik kebun sawit. Dengan rincian untuk anggota mendapat porsi terbesar yakni sebesar 89% atau diangka Rp 275.900.000 , dengan nilai Rp 500 ribu/ ha.

Kemudian untuk usaha bumdes sebesar 5% atau Rp 15.500.000. Kontribusi desa sebesar 4% atau Rp 12.400.000 dan CSR sebesar 2%. Tahun ini CSR diserahkan kepada siswa SD dan SMP, yang dipilih oleh sekolah dengan ketentuan orang tua nya anggota RSPO.

Melihat potensi keuntungan yang besar bagi petani yang bersertifikat RSPO, kini banyak petani yang tertarik dan ingin bergabung . Sehingga di tahun 2024 ini, pihaknya telah mendapat tambahan anggota dari desa-desa lain di kecamatan Sematu jaya, dengan total lahan untuk surveilance 1 sejumlah 1.500 hektar dengan jumlah petani sebanyak 454 petani.

“Kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu kami, baik dari Pemerintah desa, pemerintah kabupaten melalui dinas dan badan terkait, khususnya kepada pendamping kami yakni PT Sawit Sumbermas Sarana dan PT ecogreen oleochemicals,” lanjutnya

Kepala Desa Mekar Mulya, Herlangga Triatmaja Hadiwijaya mengatakan Bahwa pihaknya bersyukur bahwa BUM Desa di desanya telah mampu mandiri dan memajukan perekonomian masyarakat desa, bahkan membawa nama desa hingga ke tingkat global. BUM Desa bahkan juga telah memberikan pemasukan pendapatan asli desa.

Untuk itu ia mengapresiasi para pengurus BUM Desa yang telah bekerja keras dalam menyusun persyaratan hingga terbit RSPO, yang dalam pelaksanaannya juga didampingi oleh PT Sawit Sumbermas Sarana dan mendapat sponshorship dari PT ecogreen oleochemicals.

” RSPO ini berkaitan dengan manajemen kebun. Jadi bukan hanya keuntungan ekonomi saja yang didapatkan, tapi para petani juga dapat ilmu melalui pelatihan dan sosialisasi terkait pengelolaan kebun yang baik dan benar serta ramah lingkungan . Seperti BMP , pengendalian gulma, pemupukan, k3, NKT/HCV, hak pekerja dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk itu ia kembali mengajak warganya yang masih ragu dan belum bergabung agar segera bergabung mumpung masih ada kuota tersedia, karena telah terbukti kepemilikan sertifikat RSPO sangat menguntungkan bagi petani sawit.

“Dengan adanya RSPO telah mematahkan anggapan bahwa Sawit itu merusak lingkungan. Karena disini kebun sawit masyarakat dikelola dengan baik , tidak merusak lingkungan dan memperhatikan keamanan pekerja ,” tutupnya

Hingga tahun 2025 Bumdes membatasi keanggotaan hanya mencapai maksimal 2000 ha. Artinya hanya kurang sekitar 497 hektar lagi. “Untuk itu bagi para petani di desa mekar Mulya yang masih belum bergabung, mari bergabung bersama kami. Syaratnya hanya Fotokopi KK, KTP, SHM/SPPT/SKT. Per nama maksimal 20 hektar,” tambahnya.

Sementara itu , mewakili Bupati Lamandau, Camat Sematu Jaya , Purwanto usai menyerahkan dana insentif mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian sertifikasi RSPO dimana petani mendapat manfaat secara finansial dengan didistribusikan nya dana yang berasal dari angka kredit sertifikasi. Ia berharap kedepan para petani ini juga dapat memiliki sertifikasi ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil. Hal ini menjadi wajib sesuai dengan Perpres no 44 tahun 2020, bahwa sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO adalah bersifat wajib.

“Sertifikasi ini tidak hanya mengikat perusahaan, tetapi juga mengikat hingga ke petani swadaya dimana mereka harus sudah melakukan sertifikasi ISPO dalam 5 tahun sejak diundangkan atau berlakunya Perpres tersebut,” ucap Purwanto.

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *